Malam yang sunyi, tidak seperti biasanya mata ini belum juga bisa terpejam. Padahal hari ini merupakan salah satu hari yang melelahkan. Tiba-tiba saja pikirku melayang…jauh…saat sunyi kian menyerang kesendirianku dan aku begitu merindukan saat-saat indah yang pernah terlewati di jengkalan waktu yang telah terurai..terbenam dalam lautan kenangan yang tak kan mungkin sejengkalpun aku lupakan.
Kawan…diakui atau tidak, kalian telah mewarnai sepenggal perjalanan hidupku. Masih ingatkah kalian pada saat hari dimana kita pergi bersama, pada suatu petang kita sama-sama terlecut dengan penggalan cita-cita yang sama, mimpi yang sama dan harapan yang sama. Sepuluh tahun yang lalu mungkin tali persahabatan kita belum seberapa kadarnya, tapi kini, sepuluh tahun berselang kita seolah saudara yang bisa saling merasakan pertalian batin yang begitu kuat.
Apa kalian mengingatnya saat-saat kita bertiga menjadi pusat perhatian di sebuah terminal karena kita menenteng tas pakaian yang sama?, tas yang di bagian depannya bergambar sebuah logo dari produk rokok ternama, tas yang sama-sama kita dapatkan secara cuma-cuma karena orang tua kita sama-sama membuka sebuah usaha warung. Atau apa kalian ingat kita pernah terdampar disebuah rumah milik dari saudara teman kita, lalu kita menghabiskan hari-hari saat kita mengikuti program bimbingan belajar, dan tuan rumah selalu disuguhi dengan kebisingan gelak tawa becanda yang bersumber dari kamar kita? tak ayal program bimbingan belajar hanya berlalu begitu saja, dan memori yang kita simpan hanyalah tentang beberapa gadis yang kita taksir masing-masing…sungguh menggelikan. Baca entri selengkapnya »
Mulutku tengah terkunci, kaku membebani pikir. Aku tengah terbangun di malam sunyi, mendadak merasa tersudut, merasa takut, merasa kecil tak berarti. Lantas, kenapa kenangan begitu silih berganti menghantui, begitu senang mengusik kedalaman cita yang telah aku rancang dengan bijaksana. Kemudian aku seperti kehilangan masa depan, seperti dihadapkan kepada lingkaran hitam yang menghadang jalanku.
Ah…sekiranya aku bisa, ingin seketika ada pada ruang yang membawa angan dan mimpi menjadi indah dirasa. Sejenak ingin ku putar selaksa waktu yang telah menempa batin dan jiwa ini hingga entah menjadi apa kini…apakah rapuh, atau justru malah lebur, entahlah. Aku memang tak sesempurna yang kau kira. Bahkan mungkin jauh lebih dari yang kau bayangkan, tak jauh lebih baik dari orang-orang yang membuatmu berfikir lain dengan apa yang dilakukannya. Aku hanyalah insan biasa yang juga punya banyak kekurangan. Meski kadang, ada pada saatnya, aku sekedar hanya ingin merasakan indah cinta pada waktunya, atau sekedar hanya ingin berbagi rasa sayang pada tempatnya.
coment-coment