Pernah aku mencintai jingga
Berharap pagi gerimis tersamar dilantun warna
Memberi kesan terindah pada kemuraman durja
Lantas membeber naskah pada guratan senja
Biarlah gemericik hujan itu menjadi bagian tautan iramanya
Dilalu laju serta amarah yang merantai suara
Menukik luruh hati tercabik dihina usia
Menjamah manja yang kini sedang tergilas murka
Aku terkulai dalam genangan air mata dan dosa
Harapku hanya seucap doa yang tersisa
Semoga esok kan ada sekuncup bunga
Merebak jingga, bukan hanya sekedar fatamorgana
Tapi tersibak indah di hamparan saujana
coment-coment