Jingga

17 09 2011

Pernah aku mencintai jingga
Berharap pagi gerimis tersamar dilantun warna
Memberi kesan terindah pada kemuraman durja
Lantas membeber naskah pada guratan senja
Biarlah gemericik hujan itu menjadi bagian tautan iramanya

Dilalu laju serta amarah yang merantai suara
Menukik luruh hati tercabik dihina usia
Menjamah manja yang kini sedang tergilas murka
Aku terkulai dalam genangan air mata dan dosa

Harapku hanya seucap doa yang tersisa
Semoga esok kan ada sekuncup bunga
Merebak jingga, bukan hanya sekedar fatamorgana
Tapi tersibak indah di hamparan saujana





Kutitipkan Rindu

23 08 2011

aku menitipkan rindu pada hembusan angin
aku menitipkan rindu pada kegelisahan daun & ranting

aku mengajaknya bersenda gurau dalam keheningan malam
menempatkannya pada bingkai hidup yang teramat rumit dimengerti
walau terkadang ia berontak & tertunduk marah di sudut kamarku
mungkin…
saat itu dia sedang jenuh dengan segala kerumitan itu

aku menitipkan rindu di kehangatan pagi
aku menitipkan rindu di keremangan senja
tapi sesungguhnya…
aku menitipakan rindu itu hanya padamu





Disaat Daku Tua

11 10 2010

tulisan ini saya kutip dari selembar kertas yang disertakan oleh produsen sepatu. Sangat menyentuh, dan ini kudedikasikan untuk kedua orang tua-ku

—————————————————————————————————

Disaat daku tua, bukan lagi diriku yang dulu.
Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku

Disaat daku menumpakan kuah sayuran di bajuku,
Disaat daku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu
Ingatlah saat-saat bagaimana daku mengajarimu, membimbingmu untuk melakukannya

Disaat daku dengan pikunnya mengulang terus menerus ucapan yang membosankanmu
Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku,
Dimasa kecilmu, Daku harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang telah daku ceritakan ribuan kali hingga dirimu terbuai dalam mimpi

Disaat daku membutuhkanmu untuk memandikanku
Janganlah menyalahkanku. Ingatkah dimasa kecilmu?, bagaimana daku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi
Baca entri selengkapnya »





Petuah Bijak #2

14 06 2010

Langkah pertama dan yang paling penting menuju kesuksesan
adalah merasakan bahwa kita bisa sukses

- Nelson Boswell -





Kemudian…

1 06 2010

Kemudian …
Pada ranting mana tunas harapan baru akan tumbuh
Menjanjikan keadaan esok yang lebih baik
Sedang mimpi tak pernah lelah kujaga
Karena darinya aku masih tegak berdiri

Kemudian …
Pada waktu yang mana kepastian akan terurai
Hingga usai seluruh penantian ini
Karena tak cukup waktu jika terus menunggu
Hingga tiba saat yang menjadi bunga mimpi

Kemudian …
Pada lembar baru aku meminta
Hiasilah kesetian dengan janji kita
Dan berharaplah pada kuasa-Nya
Untuk menjaga sebait cinta yang kuminta








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.