Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil, tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna
-Einstein-
Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil, tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna
-Einstein-
Mulutku tengah terkunci, kaku membebani pikir. Aku tengah terbangun di malam sunyi, mendadak merasa tersudut, merasa takut, merasa kecil tak berarti. Lantas, kenapa kenangan begitu silih berganti menghantui, begitu senang mengusik kedalaman cita yang telah aku rancang dengan bijaksana. Kemudian aku seperti kehilangan masa depan, seperti dihadapkan kepada lingkaran hitam yang menghadang jalanku.
Getir, sakit, dan pilu, merenangi hidup, menapak jelas dalam kisaran kebekuan nanar tatapan mata ini. Aku hanyalah sesosok kerdil yang mencari bahagia, dan jika telah kupeluk sebongkah bahagia itu, hendak kubagi bahagia itu untukmu, untuknya, untuk mereka. Tapi takdir tentulah lain berbicara, meski aku bersimpuh mencium tanah, atau merangkak menggapainya, tentu hanyalah Dia yang berhak atas segala jalan yang telah ditentukan. Aku tak lain hanyalah sesosok kerdil yang mencari bahagia. Baca entri selengkapnya »
Harusnya aku tak melalui hari seperti ini. Harusnya aku bisa merealisasikan mimpi yang lama aku bangun. Tapi inilah kenyataannya. Ah, memang benar, keinginan itu adalah sumber penderitaan…niatnya ingin bahagia, justru malah derita yang di dapat. Tapi sudahlah, memang tujuan itu bukan utama, karena yang utama adalah prosesnya. Paling tidak, selama merealisasikan mimpi itu, aku telah berproses dengan kesungguhan hati & segalanya, tapi memang kenyataan belum juga berpihak meski ini bukan kali pertamanya aku terima.
Baca entri selengkapnya »

Malam sedang sepi. Sementara angin lembut menyelusup di sela-sela pintu kamarku. Aku tengah terjaga. Menekuri hari. Lelah…liku perjalanan telah menggoreskan kepenatan akan hidup. Tapi jelas, bukan alasan untuk berhenti lalu menjadi pengecut yang berjalan mundur, terseok, dengan menundukkan kepala, lalu meneteskan air mata tanda sebuah kecengengan.
Hari ini, aku melihat sesuatu, mendengar sesuatu, merasakan sesuatu. Dan itu darimu. dari kedalaman hatimu, tentang seutas harapan yang kian luluh. Kita terjebak pada sebuah ruang, yang kadang sulit untuk bisa dimengerti. Baca entri selengkapnya »
Ah…sekiranya aku bisa, ingin seketika ada pada ruang yang membawa angan dan mimpi menjadi indah dirasa. Sejenak ingin ku putar selaksa waktu yang telah menempa batin dan jiwa ini hingga entah menjadi apa kini…apakah rapuh, atau justru malah lebur, entahlah. Aku memang tak sesempurna yang kau kira. Bahkan mungkin jauh lebih dari yang kau bayangkan, tak jauh lebih baik dari orang-orang yang membuatmu berfikir lain dengan apa yang dilakukannya. Aku hanyalah insan biasa yang juga punya banyak kekurangan. Meski kadang, ada pada saatnya, aku sekedar hanya ingin merasakan indah cinta pada waktunya, atau sekedar hanya ingin berbagi rasa sayang pada tempatnya.
Biarlah, saat-saat itu menjadi bagian masa lalu yang telah mewarnai penggalan kisah hidup ini. Mungkin, sekiranya saja aku masih berkesempatan untuk kembali pada saat itu, sekira masih ada kesempatan untuk meminta kepada-Nya, aku ingin sesuatu yang terbaik untuk semuanya, hingga ku berharap, kini atau esok, aku tak terjaga lagi dari mimpi buruk yang mendera. Baca entri selengkapnya »
coment-coment